Kebenaran Yang Salah

Visited 1197 times, 1 so far today

Aku nggak tau kenapa tadi harus kirim email itu. Adam nggak ada maksud buat menyinggung perasaan departemen lain di Perusahaan. Adam cuman ingin menegur, agar mereka lebih detil dalam merumuskan masalah. Agar setiap tiket masalah dapat kami eskalasi dengan lebih baik.

Tanggapan pertama yang aku terima ternyata sangat mengecewakan. Melalui YM aku malah diserang oleh salah satu team tersebut. Aku nggak marah…. aku justru senang dan ingin klarifikasi masalah yang sebenarnya ingin Adam utarakan. Syukurnya dia mau mengerti, dan ya… dia juga menyadari kekurangan tersebut. But, hey… manusia memang tempatnya kekurangan kan.

Nggak lama dari itu, sang pimpinan team mulai ngelabrak aku, dia minta konfirmasi masalah mana yang mengakibatkan aku mengirim email itu. Dengan nada yang sepertinya tidak suka, dia bertanya. Aku agak sedikit kiku’ menjawab, secara… dia itu bisa dibilang orang terdekat dengan aku, kebetulan aku kost ditempatnya. Yah… aku sih jawab apa adanya, namun keliatannya dia sakit hati bangetz… bahkan sampai aku tulis postingan ini, dianya nggak ada bicara ma aku. Aduh biuuuuunngg….!!!. Agak kesal juga sih, dengan sikap dia yang seperti itu, nggak taulah apakah karena dia lagi ada masalah lain yang lebih serius. Tapi jika emang benar dianya marah, aku justru kecewa. Karena itu nggak profesional namanya, seharusnya masalah kantor nggak ada hubungannya dengan pertemanan. Tapi ya, namanya manusia…

Apalah daya… Nasi sudah menjadi Bubur, apapun yang aku tulis dalam email itu harus aku pertanggung jawabkan. Aku siap dengan segala konsekuensi. Hanya sedikit rasa sesak di hati, kenapa justru niat baik di artikan lain. Kenapa kritik kecil yang justru membangun malah dianggap tudingan yang menyudutkan. Apakah ini yang disebut “Kebenaran yang salah“. Yah nggak tau lah, terkadang tabiat manusia berbeda-beda.

Syukurnya masalah email sudah diklarifikasi, paling tidak untuk hari ini. Nggak tau besok apa akan ada reply yang menyerang balik. Semoga saja tidak dan aku harap tidak.

11 Responses to “Kebenaran Yang Salah”

Leave a Reply