Kebenaran Yang Salah
Nov 06
Keseharian, Pekerjaan email, Kebenaran, salah 11 Comments
Aku nggak tau kenapa tadi harus kirim email itu. Adam nggak ada maksud buat menyinggung perasaan departemen lain di Perusahaan. Adam cuman ingin menegur, agar mereka lebih detil dalam merumuskan masalah. Agar setiap tiket masalah dapat kami eskalasi dengan lebih baik.
Tanggapan pertama yang aku terima ternyata sangat mengecewakan. Melalui YM aku malah diserang oleh salah satu team tersebut. Aku nggak marah…. aku justru senang dan ingin klarifikasi masalah yang sebenarnya ingin Adam utarakan. Syukurnya dia mau mengerti, dan ya… dia juga menyadari kekurangan tersebut. But, hey… manusia memang tempatnya kekurangan kan.
Nggak lama dari itu, sang pimpinan team mulai ngelabrak aku, dia minta konfirmasi masalah mana yang mengakibatkan aku mengirim email itu. Dengan nada yang sepertinya tidak suka, dia bertanya. Aku agak sedikit kiku’ menjawab, secara… dia itu bisa dibilang orang terdekat dengan aku, kebetulan aku kost ditempatnya. Yah… aku sih jawab apa adanya, namun keliatannya dia sakit hati bangetz… bahkan sampai aku tulis postingan ini, dianya nggak ada bicara ma aku. Aduh biuuuuunngg….!!!. Agak kesal juga sih, dengan sikap dia yang seperti itu, nggak taulah apakah karena dia lagi ada masalah lain yang lebih serius. Tapi jika emang benar dianya marah, aku justru kecewa. Karena itu nggak profesional namanya, seharusnya masalah kantor nggak ada hubungannya dengan pertemanan. Tapi ya, namanya manusia…
Apalah daya… Nasi sudah menjadi Bubur, apapun yang aku tulis dalam email itu harus aku pertanggung jawabkan. Aku siap dengan segala konsekuensi. Hanya sedikit rasa sesak di hati, kenapa justru niat baik di artikan lain. Kenapa kritik kecil yang justru membangun malah dianggap tudingan yang menyudutkan. Apakah ini yang disebut “Kebenaran yang salah“. Yah nggak tau lah, terkadang tabiat manusia berbeda-beda.
Syukurnya masalah email sudah diklarifikasi, paling tidak untuk hari ini. Nggak tau besok apa akan ada reply yang menyerang balik. Semoga saja tidak dan aku harap tidak.
Artikel yang Serupa :
Facebook
Twitter
RSS
Email
Nov 06, 2008 @ 21:37:04
yang pasti coba di klarifikasi lagi tentang pokok email itu bang..
mungkin bisa saling memahami maksud dan tujuan dari email itu…
Nov 07, 2008 @ 07:21:02
yg sabar aja deh bro,kalo niat kita baik insyallah nantinya jugabakal baik kalo sekarang blom…
Nov 07, 2008 @ 08:02:26
Sabar2x yah Adam
Nov 07, 2008 @ 10:04:59
@parlin : ya bro…cuman merekanya lagi pada ngambek… wkwkwkwkwk.
@sandy : ya semoga saja deh.
@abi bakar : udah sabar koq mas.
Nov 07, 2008 @ 11:52:37
wah.. ini mungkin miskomunikasion aja..
mungkin dia terlalu berlebihan dalam menangapi emailnya..
yg sabar aja bro.. biarkan dulu dia tenang..
ntar kalo udah tenang baru di klarifikasi…
Nov 07, 2008 @ 13:38:36
yah bisa ajah bos:D mang gitu lah manusia, kadang mungkin disisi kita merasa itu keritikan lembut tapi di telinganya kasar
hehehe
Nov 08, 2008 @ 10:14:13
mungkin bisa jadi pengalaman kita sebelum menyelesaikan sebuah masalah…, cobalah di atasi dengan kepala dingin tanpa harus menyakiti salah satu pihak
Nov 08, 2008 @ 11:41:09
@ruben bukan onsu : makasih ya mas ruben.
@medanblogger.com : bisa jadi dan mungkin itu penyebabnya. Terkadang sifat manusia selalu tidak mau disalahkan dan mengaku dirinya paling sempurna, padahal baik-buruk seseorang tidak bisa dinilai oleh diri sendiri, tapi justru dari penilaian orang disekitar.
@harianku : sebelumnya saya sudah sering menyapa mereka, tentu dengan kadar yang kurang begitu serius (sambil bercanda). namun ternyata, seperti masuk kiri-keluar kanan. Inti saya sih, agar masing-masing bagian bisa lebih mudah dalam bekerja.
Nov 08, 2008 @ 17:17:57
brother.. semua kan ada waktunya kl sekarang blm mungkin esok, lusa atau entah kapan…
Nov 08, 2008 @ 17:40:34
sudah terjawab di sini koq mas : http://adam.cikal.net/2008/11/08/ketika-kebenaran-yang-salah-itu-kembali-benar/