Teror di Gaza Menabur Benih Kekerasan Untuk Masa Depan Anak-anak
Jan 06
Berita, Featured Gaza, Hamas, Israel, Palestina 7 Comments
By : adam
Mohammed Abu Hassanin mungkin hanyalah seorang anak laki-laki biasa, tetapi ia sudah cukup pintar untuk menerima dan merasa takut atas serangan yang dilancarkan Israel yang dia alami diGaza. Hassanin berkata “Ketika orang-orang Yahudi bom kami, padahal kami sedang tidur, kami sangat takut sekali“. Hassanin merupakan salah satu anak yang berbicara secara blak-blakan dari Gaza-Palestina ke Statsiun TV Hamas mengenai serangan Israel.
Anak-anak seperti dia telah menyumbang satu dari tiga korban di Gaza. Anak-anak di Palestina telah melihat tragedi dahsyat dari teman-teman dan saudara mereka yang cedera dan mati mengenaskan bersimbah darah dijalanan. Ingatan mereka cukup kuat untuk menyimpan segala gambaran tentang peperangan tersebut. Sehingga mereka juga bisa berkata “Apabila kami besar nanti, kami akan membom mereka kembali“, dikutip dari CCN.
Psikolog/pemerhati Gaza mengatakan Horor yang terjadi di Gaza – Palestina, bertanggung jawab besar dalam memberikan benih kekerasan kepada anak-anak disana. Dan ini bisa sangat merugikan, karena bibit dendam sudah tertanam kuat dihati mereka dan akan terus tumbuh seiring mereka dewasa. Dan tidak mungkin, suatu saat ketika mereka dewasa, pembalasan dendam akan terjadi dan peperangan terulang kembali.
Annie Foster, salah satu team emergency mengatakan : “Situasi ini telah mencapai tingkat yang genting bagi anak-anak disana dalam mengalami kekerasan, ketakutan dan ketidakpastian yang seharusnya tidak mereka alami di masa pertumbuhan. Oleh karena itu Orang tua menghadapi tantangan besar untuk melindungi dan merawat anak-anak mereka“.
Sementara itu di sisi peperangan, Israel masih terus menyerang Gaza, Ribuan Tentara, Tank dan Helikoper bergerak masuk ke Gaza City. Dan akhirnya senin kemaren Israel telah berhasil mengepung Jalur Gaza. Pihak Hamas juga tetap bersikeras untuk tidak menghentikan serangan roket mereka ke Israel, sampai pihak Israel meninggalkan Jalur Gaza. Masalah perundingan nampaknya belum menemukan titik temu.
Jika begini terus, Ancaman kepada anak-anak tersebut tidak akan mungkin bisa hilang jika kedua sisi perbatasan tidak setuju berdamai.
Artikel ini merupakan lanjutan dari “Israel vs Palestina, Sebuah perang takĀ berkesudahan“
Artikel yang Serupa :
- Video Penolakan Israel atas Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata
- Video Terbaru Perang Gaza dari sudut pandang Israel
- PBB memaksa Gencatan Senjata Segera, Amerika Abstain, Israel – Palestina tidak Setuju, Perang Masih Berlanjut !!!
- Video Seputar Perundingan Perang Israel vs Palestina
- Rumah Sakit Di Gaza Penuh
Facebook
Twitter
RSS
Email
Jan 06, 2009 @ 06:59:40
saya gak kuat lihat korban sipilnya…
Jan 06, 2009 @ 09:43:24
@junjungpurba : saya juga begitu, sepertinya etika perang dan rasa kemanusiaan tidak lagi ada. kasihan korban tak berdosa dikedua pihak…
Jan 07, 2009 @ 04:06:50
kenapa harus ada perang?apa ga bisa diselesaikan dengan baik-baik yah…
Jan 07, 2009 @ 09:32:05
Sebuah Kesaksian
Jan 07, 2009 @ 09:36:42
@Indah Sitepu : Iya nih mbak, niat untuk merampas emang nggak bisa diselesaikan dengan cara damai, karena tujuannya nggak tercapai … hahahaha… Israel seharusnya sadar akan Holocaust yang mereka percayai, bukan Palestina tempat mereka dan bukan Palestina yang membantai mereka…